Jumat, 02 Mei 2014

Tutorial Packet Tracer

BAB 1
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
             Pada saat ini teknologi informasi menjadi suatu kebutuhan bagi hampir setiap individu manusia. Setiap individu sangat membutuhkan informasi dalam waktu singkat karena pada zaman sekarang ini waktu sangatlah berharga. Dengan adanya teknologi informasi, pengiriman informasi dapat dilakukan dengan cepat dan efisien tanpa tergantung dengan jarak dan waktu. Sehingga dapat membantu pekerjaan-pekerjaan manusia di berbagai bidang yang sangat membutuhkan informasi dengan cepat. Salah satunya teknologi jaringan komputer. Jaringan komputer membuat satu komputer dapat berbagi informasi dengan komputer lain baik secara jaringan kabel maupun nirkabel.
            Teknologi ini dapat diterapkan dunia perkuliahan. Pada saat ini mahasiswa masih banyak menggunakan buku-buku referensi yang tebal, berat dan kadang membebani mahasiswa dalam mobilitas ke kampus. Selain itu mahasiswa dibebani untuk membeli atau melakukan fotokopi buku referensi. Selain membebani mahasiswa melalui biayanya juga semakin banyak menggunakan kertas yang berasal dari pohon yang mempengaruhi pemanasan global. Buku-buku dapat diubah dalam bentuk E-book dan dapat distribusikan melalui komputer-komputer hingga mahasiswa tidak perlu lagi membawa banyak buku-buku yang tebal dan berat yang dapat membebani mobilitas mahasiswa ke kampus, serta tidak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya dan tidak merusak lingkungan secara tidak langsung. E-book ini dapat distribusikan melalui jaringan komputer. Dengan 1 server yang dioperasikan oleh pihak birokrasi jurusan, jaringan ini dapat mendistribusikan semua E-book ke komputer atau laptop mahasiswa, melalui jaringan kabel maupun nirkabel.
            Untuk mendapatkan gambaran seperti apa jaringan yang akan diterapkan, jaringan ini dapat disimulasikan dengan aplikasi Cisco Packet Tracer. Aplikasi ini dapat memperlihatkan bagaimana kerja pengiriman informasi E-book dari server ke komputer mahasiswa .

B.   TUJUAN
1.      Mengetahui perancangan suatu jaringan pengiriman E-book dengan Cisco Packet Tracer
2.      Mensimulasikan  pengiriman E-book dengan Cisco Packet Tracer

C.  BATASAN MASALAH
1.      Jaringan dibatasi terdiri dari 10 komputer dan 1 server
2.      Jaringan dibatasi terdiri dari 2 jaringan yang dihubungkan oleh router
3.      Jaringan  dibatasi terdpat satu access poin sebagai pengubung jaringan wireless















BAB 2
DASAR TEORI
A.  JARINGAN KOMPUTER
            Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web). Tujuan dari jaringan komputer adalah dapat saling terhubung dan berbagi informasi antar komputer
Agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabelsebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana.: Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.
B.   LAN (LOCAL ACCESS NETWORK)
            Jaringan wilayah lokal (bahasa Inggris: local area network biasa disingkat LAN) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.
Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.
C.  SWITCH DAN ROUTER
Pengalih jaringan (atau switch) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan penjembatan taktampak (penghubung penyekatan (segmentation) banyak jaringan dengan pengalihan berdasarkan alamat MAC). Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau penghala pada satu area yang terbatas, pengalih juga bekerja pada lapisan taut data (data link), cara kerja pengalih hampir sama seperti jembatan (bridge), tetapi switch memiliki sejumlah porta sehingga sering dinamakan jembatan pancaporta (multi-port bridge).
Sedangkan perute atau penghala (bahasa Inggris: router) adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagaipenghalaan. Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switchmerupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.



D.  CISCO PACKET TRACER
Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.













\


BAB 3
PERANCANGAN
A.  ALAT DAN BAHAN
1.    PC atau Laptop untuk mengoperasikan Cisco Packet Tracer
2.    Aplikasi Cisco Packet Tracerr untuk mensimulasikan jaringan
B.   PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER UNTUK DISTRIBUSI E-BOOK
1.      Membuka program Cisco Packet Tracer
Buka program Cisco Packet Tracer, bal telah ter-install secara default, program ini dapat ditemukan di Start, All Programs, Cisco Packet Tracer, lalu klik ikon Cisco Packet

Tracer. Maka akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini

Gambar 1. Jendela awal Cisco Packet Tracer


2.      Menyusun Komponen Jaringan
Setelah membuka aplikasi, klik komponen yang akan dipakai lalu seret ke lembar
kerja lalu susun seperti gambar di bawah ini.
Gambar 2. Komponen Pembentuk Jaringan
Komponen yang dipaki dalam simulasi jaringan ini adalah :
1.      PC0                                                  9. Laptop2
2.      PC1                                                  10. Laptop3
3.      PC2                                                  11. Laptop4
4.      PC3                                                  12. Switch0
5.      PC4                                                  13. Switch1
6.      Server0                                             14. Router0
7.      Laptop0                                            15. Router1
8.      Laptop1                                            16. AccessPoint0

3.      Memasang konektor jaringan
Setelah semua komponen diletakkan di lembar kerja, hubungkan komponen-

komponen tersebut dengan konektor, maka hasilnya ain seperti gambar di bawah ini.
Gambar 3. Menghubungkan komponen-komponen dengan konektor
Khusus untuk Laptop0, Laptop1, dan Laptop2 diubah modul LAN-nya menjadi

modul wireless melalui pengaturan dengan mengklik komponen.
Gambar 4. Mengganti modul LAN menjadi modul Wireless

4.      Melakukan konfigurasi Router
Setelah semua komponen telah terhubung, maka yang dilakukan pertama kali adalah melakukan konfigurasi router untuk menentukan ip router sebagai gateway jaringan tersebut. Konfigurasi dilakukan di router0 maupun router1. Router0 memakai IP 192.168.0.10 sebagai gateway jaringan dan IP 192.168.1.12 sebagai IP penghubung ke router1, sedangkan router1

memakai IP 172.16.0.10 sebagai gateway dan IP 192.168.1.11 sebagai penghubung ke router0.
Gambar 5. Melakukan konfigurasi IP router
5.      Melakukan konfigurasi IP PC, Laptop dan Server
Setelah router dikonfigurasi, lalu mulai konfigurasi untuk PC, Laptop dan Server. Konfigurasi IP-nya adalah sebagai berikut :
1.      PC0 IP 192.168.0.1, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 192.168.0.10
2.      PC1 IP 192.168.0.2, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 192.168.0.10
3.      PC2 IP 192.168.0.3, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 192.168.0.10
4.      PC3 IP 192.168.0.4, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 192.168.0.10
5.      PC4 IP 192.168.0.5, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 192.168.0.10
6.      Server0 IP 172.16.0.1, Subnet Mask 255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
7.      Laptop0 IP 172.16.0.2, Subnet Mask 255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
8.      Laptop1 IP 172.16.0.3, Subnet Mask 255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
9.      Laptop2 IP 172.16.0.4, Subnet Mask 255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
10.  Laptop3 IP 172.16.0.5, Subnet Mask 255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
11. 

Laptop4 IP 172.16.0.6, Subnet Mask 255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
Gambar 6. Konfigurasi IP pada Laptop
6.      Mengonfigurasi routing pada router
Setelah semua PC, Laptop dan Server dikonfigurasi IP-nya, lalu konfigurasi routing pada router-router. Konfigurasi ini berguna untuk memasukkan tujuan pengiriman dari router0 ke router1 atau sebaliknya. Konfigurasi routing pada router0 ada pada gambar di bawah ini.


Gambar 7. Konfigurasi Routing pada router
Setelah semua langkah-langkah dilakukan maka coba lihat konektor, apabila sudah berwarna hijau di ujung-ujungnya pada semua konektor maka konektor telah terhubung dengan baik. Jika belum maka ada kesalahan pada konfigurasi komponen. Jika terjadi kesalahan coba konfigurasi lagi sesuai langkah-langkah yang telah disebutkan.







BAB 4
UJI COBA DAN ANALISA
A.  UJI COBA
Berikut adalah uji coba atau simulasi pengiriman E-book dalam jaringan yang telah dibuat dari
dari server0 ke PC0

Gambar 8. E-book mulai dikirim dari Server0
Gambar 9. E-book telah terkirim ke Switch1

Gambar 10. Ebook telah terkirim ke router1
Gambar 11. E-book telah terkirim ke router0






Gambar 12. Ebook telah terkirim ke Switch0
Gambar 13. Ebook telah sampai di PC0
B.     ANALISA
Berdasarkan gambar simulasi di subbab sebelumnya, tampak bahwa pengiriman data E-book dari server ke PC0 telah berjalan dengan lancar dan sukses. Sehingga dapat disimpukan jaringan pengiriman data e-book di kampus ini berjalan dengan baik.
BAB 5
PENUTUP
A.     KESIMPULAN
1.      Dalam mensimulasikan jaringan pengiriman data E-book di kampus ini, diperlukan komponen-komponen seperti Server, PC/Laptop, Switch, Access Point dan Router.
2.      Simulasi jaringan pengiriman data E-book di kampus melalui aplikasi Cisco Packet Tracer telah berjalan dengan lancar dibuktikan dengan uji coba yang telah dilakukan.
B.     SARAN
1.      Simulasi jaringan pengiriman data e-book ini dapat dikembangkan menjadi jaringan lebih besar.

2.      Simulasi jaringan pengiriman data e-book ini dapat direalisasikan dalam dunia perkuliahan di kampus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar