BAB
1
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Pada saat ini teknologi informasi menjadi
suatu kebutuhan bagi hampir setiap individu manusia. Setiap individu sangat
membutuhkan informasi dalam waktu singkat karena pada zaman sekarang ini waktu
sangatlah berharga. Dengan adanya teknologi informasi, pengiriman informasi
dapat dilakukan dengan cepat dan efisien tanpa tergantung dengan jarak dan
waktu. Sehingga dapat membantu pekerjaan-pekerjaan manusia di berbagai bidang
yang sangat membutuhkan informasi dengan cepat. Salah satunya teknologi
jaringan komputer. Jaringan komputer membuat satu komputer dapat berbagi
informasi dengan komputer lain baik secara jaringan kabel maupun nirkabel.
Teknologi
ini dapat diterapkan dunia perkuliahan. Pada saat ini mahasiswa masih banyak
menggunakan buku-buku referensi yang tebal, berat dan kadang membebani
mahasiswa dalam mobilitas ke kampus. Selain itu mahasiswa dibebani untuk
membeli atau melakukan fotokopi buku referensi. Selain membebani mahasiswa
melalui biayanya juga semakin banyak menggunakan kertas yang berasal dari pohon
yang mempengaruhi pemanasan global. Buku-buku dapat diubah dalam bentuk E-book
dan dapat distribusikan melalui komputer-komputer hingga mahasiswa tidak perlu
lagi membawa banyak buku-buku yang tebal dan berat yang dapat membebani
mobilitas mahasiswa ke kampus, serta tidak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya
dan tidak merusak lingkungan secara tidak langsung. E-book ini dapat
distribusikan melalui jaringan komputer. Dengan 1 server yang dioperasikan oleh
pihak birokrasi jurusan, jaringan ini dapat mendistribusikan semua E-book ke
komputer atau laptop mahasiswa, melalui jaringan kabel maupun nirkabel.
Untuk
mendapatkan gambaran seperti apa jaringan yang akan diterapkan, jaringan ini
dapat disimulasikan dengan aplikasi Cisco Packet Tracer. Aplikasi ini dapat
memperlihatkan bagaimana kerja pengiriman informasi E-book dari server ke
komputer mahasiswa .
B. TUJUAN
1.
Mengetahui
perancangan suatu jaringan pengiriman E-book dengan Cisco Packet Tracer
2.
Mensimulasikan pengiriman E-book dengan Cisco Packet Tracer
C.
BATASAN MASALAH
1.
Jaringan
dibatasi terdiri dari 10 komputer dan 1 server
2.
Jaringan
dibatasi terdiri dari 2 jaringan yang dihubungkan oleh router
3.
Jaringan dibatasi terdpat satu access poin sebagai
pengubung jaringan wireless
BAB 2
DASAR
TEORI
A. JARINGAN
KOMPUTER
Jaringan komputer (jaringan)
adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer
yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi
(surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web). Tujuan dari jaringan komputer adalah
dapat saling terhubung dan berbagi informasi antar komputer
Agar
dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta
dan memberikan layanan (service). Pihak
yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang
memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server,
dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Dua
buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian
dihubungkan melalui kabel maupun nirkabelsebagai
medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah
jaringan komputer yang sederhana.: Apabila ingin membuat jaringan komputer yang
lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan
interkoneksinya.
B. LAN
(LOCAL ACCESS NETWORK)
Jaringan wilayah lokal (bahasa
Inggris: local area network biasa disingkat LAN) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya
mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat
ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan
perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000
Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa
disebut Wi-fi) juga sering
digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN
dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.
Pada sebuah
LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan
konsep dump terminal.
Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan
hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau
perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi
dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.
C. SWITCH
DAN ROUTER
Pengalih jaringan (atau switch) adalah sebuah alat
jaringan yang melakukan penjembatan taktampak (penghubung penyekatan (segmentation)
banyak jaringan dengan pengalihan berdasarkan alamat MAC).
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau penghala pada satu area yang terbatas, pengalih
juga bekerja pada lapisan taut data (data link), cara kerja pengalih
hampir sama seperti jembatan (bridge), tetapi switch memiliki sejumlah
porta sehingga sering dinamakan jembatan pancaporta (multi-port bridge).
Sedangkan perute atau penghala (bahasa
Inggris: router)
adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui
sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang
dikenal sebagaipenghalaan. Proses
penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet
Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.
Router
berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan
data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat
untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Sebagai ilustrasi perbedaan
fungsi dari router dan switchmerupakan
suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada
jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat,
dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
D. CISCO PACKET TRACER
Packet Tracer adalah
simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media
pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan
komputer. Program ini dibuat oleh Cisco
Systems dan
disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di
Cisco Networking Academy. Tujuan
utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar
dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang
alat-alat jaringan Cisco.
\
BAB 3
PERANCANGAN
A. ALAT DAN BAHAN
1.
PC atau Laptop untuk mengoperasikan Cisco
Packet Tracer
2.
Aplikasi Cisco Packet Tracerr untuk
mensimulasikan jaringan
B. PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER UNTUK
DISTRIBUSI E-BOOK
1. Membuka program Cisco Packet Tracer
Buka
program Cisco Packet Tracer, bal telah ter-install
secara default, program ini dapat
ditemukan di Start, All Programs, Cisco Packet Tracer, lalu klik ikon Cisco
Packet
![]() |
Tracer. Maka akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini
Gambar 1.
Jendela awal Cisco Packet Tracer
2. Menyusun Komponen Jaringan
Setelah membuka
aplikasi, klik komponen yang akan dipakai lalu seret ke lembar 
kerja lalu susun seperti gambar di bawah ini.

kerja lalu susun seperti gambar di bawah ini.
Gambar 2.
Komponen Pembentuk Jaringan
Komponen yang dipaki dalam simulasi jaringan
ini adalah :
1.
PC0 9.
Laptop2
2.
PC1 10.
Laptop3
3.
PC2 11.
Laptop4
4.
PC3 12.
Switch0
5.
PC4 13.
Switch1
6.
Server0 14.
Router0
7.
Laptop0 15.
Router1
8.
Laptop1 16.
AccessPoint0
3. Memasang konektor jaringan
Setelah
semua komponen diletakkan di lembar kerja, hubungkan komponen-
![]() |
komponen tersebut dengan konektor, maka hasilnya ain seperti gambar di bawah ini.
Gambar 3.
Menghubungkan komponen-komponen dengan konektor
Khusus untuk
Laptop0, Laptop1, dan Laptop2 diubah modul LAN-nya menjadi
![]() |
modul wireless melalui pengaturan dengan mengklik komponen.
Gambar 4.
Mengganti modul LAN menjadi modul Wireless
4. Melakukan konfigurasi Router
Setelah
semua komponen telah terhubung, maka yang dilakukan pertama kali adalah
melakukan konfigurasi router untuk menentukan ip router sebagai gateway
jaringan tersebut. Konfigurasi dilakukan di router0 maupun router1. Router0
memakai IP 192.168.0.10 sebagai gateway jaringan dan IP 192.168.1.12 sebagai IP
penghubung ke router1, sedangkan router1
![]() |
memakai IP 172.16.0.10 sebagai gateway dan IP 192.168.1.11 sebagai penghubung ke router0.
Gambar 5.
Melakukan konfigurasi IP router
5. Melakukan konfigurasi IP PC, Laptop dan
Server
Setelah
router dikonfigurasi, lalu mulai konfigurasi untuk PC, Laptop dan Server.
Konfigurasi IP-nya adalah sebagai berikut :
1.
PC0 IP 192.168.0.1, Subnet Mask
255.255.255.0, Gateway 192.168.0.10
2.
PC1 IP 192.168.0.2, Subnet Mask 255.255.255.0,
Gateway 192.168.0.10
3.
PC2 IP 192.168.0.3, Subnet Mask
255.255.255.0, Gateway 192.168.0.10
4.
PC3 IP 192.168.0.4, Subnet Mask
255.255.255.0, Gateway 192.168.0.10
5.
PC4 IP 192.168.0.5, Subnet Mask
255.255.255.0, Gateway 192.168.0.10
6.
Server0 IP 172.16.0.1, Subnet Mask
255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
7.
Laptop0 IP 172.16.0.2, Subnet Mask
255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
8.
Laptop1 IP 172.16.0.3, Subnet Mask
255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
9.
Laptop2 IP 172.16.0.4, Subnet Mask
255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
10.
Laptop3 IP 172.16.0.5, Subnet Mask
255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
11.
![]() |
Laptop4 IP 172.16.0.6, Subnet Mask 255.255.0.0, Gateway 172.16.0.10
Gambar 6.
Konfigurasi IP pada Laptop
6. Mengonfigurasi routing pada router
Setelah
semua PC, Laptop dan Server dikonfigurasi IP-nya, lalu konfigurasi routing pada
router-router. Konfigurasi ini berguna untuk memasukkan tujuan pengiriman dari
router0 ke router1 atau sebaliknya. Konfigurasi routing pada router0 ada pada
gambar di bawah ini.

Gambar 7. Konfigurasi Routing pada router
Setelah semua
langkah-langkah dilakukan maka coba lihat konektor, apabila sudah berwarna
hijau di ujung-ujungnya pada semua konektor maka konektor telah terhubung
dengan baik. Jika belum maka ada kesalahan pada konfigurasi komponen. Jika
terjadi kesalahan coba konfigurasi lagi sesuai langkah-langkah yang telah
disebutkan.
BAB 4
UJI COBA DAN ANALISA
A. UJI COBA
Berikut adalah uji coba atau simulasi pengiriman E-book dalam jaringan
yang telah dibuat dari 
dari server0 ke PC0

dari server0 ke PC0

Gambar 8. E-book mulai dikirim dari Server0
Gambar 9. E-book telah terkirim ke Switch1

Gambar 10. Ebook telah terkirim ke router1
Gambar 11. E-book telah terkirim ke router0
![]() |
Gambar 12. Ebook telah terkirim ke Switch0
Gambar 13. Ebook telah sampai di PC0
B.
ANALISA
Berdasarkan gambar simulasi di subbab sebelumnya, tampak
bahwa pengiriman data E-book dari server ke PC0 telah berjalan dengan lancar
dan sukses. Sehingga dapat disimpukan jaringan pengiriman data e-book di kampus
ini berjalan dengan baik.
BAB 5
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Dalam mensimulasikan jaringan pengiriman
data E-book di kampus ini, diperlukan komponen-komponen seperti Server,
PC/Laptop, Switch, Access Point dan Router.
2.
Simulasi jaringan pengiriman data E-book di
kampus melalui aplikasi Cisco Packet Tracer telah berjalan dengan lancar
dibuktikan dengan uji coba yang telah dilakukan.
B. SARAN
1.
Simulasi jaringan pengiriman data e-book ini
dapat dikembangkan menjadi jaringan lebih besar.
2.
Simulasi jaringan pengiriman data e-book ini
dapat direalisasikan dalam dunia perkuliahan di kampus





